Lomba Ngelawar Perkuat Budaya dan Kebersamaan di HUT ke-44 Desa Dangin Puri Kaja

 


DENPASAR I infokintamaniterkini – Pemerintah Desa Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 desa dengan menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda. Perayaan yang dipusatkan di Banjar Karang Sari, Minggu (21/6/2026), dikemas berkolaborasi dengan Karang Taruna mengusung tema "Bersatu Membangun Desa, Maju Bersama Pemuda."

Beragam kegiatan memeriahkan peringatan tersebut, mulai dari jalan sehat, lomba ngelawar, bazar UMKM, hingga hiburan rakyat yang menghadirkan Leeyonk Sinatra serta lawak Mang Ek'ok bersama tim. Momentum HUT desa juga dirangkaikan dengan peringatan Bulan Bung Karno serta Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Perbekel Desa Dangin Puri Kaja Anak Agung Ngurah Gede Cahyadi mengatakan usia ke-44 menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan desa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, peringatan HUT desa tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan menjadi refleksi untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

"Astungkara, selama 44 tahun desa ini telah melewati berbagai dinamika. Ke depan kami berharap mampu membangun desa yang semakin maju dengan SDM yang lebih berkualitas serta mampu menghadapi tantangan zaman," ujarnya.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah lomba ngelawar yang melibatkan pecalang serta Sekaa Teruna dari delapan banjar di wilayah Desa Dangin Puri Kaja. Menurut Cahyadi, lomba tersebut dipilih karena memiliki keterkaitan dengan Bulan Bung Karno yang mengangkat nilai kebudayaan sekaligus bertepatan dengan momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan yang identik dengan tradisi membuat lawar.

Ia menilai lawar bukan sekadar kuliner tradisional, tetapi bagian dari identitas budaya Bali yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda. Di tengah maraknya makanan olahan modern, lomba tersebut diharapkan mampu mendorong kreativitas masyarakat di bidang kuliner sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong.

Selain itu, kegiatan jalan sehat digelar sebagai ajakan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat di tengah meningkatnya berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes yang kini mulai banyak menyerang usia muda. Sementara bazar UMKM menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat.

Cahyadi menambahkan seluruh rangkaian kegiatan juga mengandung nilai filosofis Atma Kerthi, yakni pemuliaan jiwa melalui tindakan nyata. Menurutnya, tradisi ngelawar mencerminkan semangat kebersamaan, keikhlasan, dan gotong royong dalam menyiapkan sajian yang selama ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan yadnya. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk terus dijaga di tengah perkembangan zaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengadaan LPJU di Bangli Sangat Terbatas

Alokasi Kursi DPRD Berpotensi Berubah, Dapil di Bangli Bakal Ditata