5 Calon Paskibraka asal Bangli Dipulangkan
BANGLI, infokintamaniterkini - Menjelang Kemerdekaan RI, Pemkab Bangli mulai mematangkan persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk tingkat provinsi maupun kabupaten. Pada tahun 2026, lima siswa asal Bangli berhasil terpilih menjadi anggota Paskibraka Provinsi Bali dari 10 siswa yang dikirim.
Lima orang dipulangkan untuk bergabung dengan Paskibraka Bangli. “Kami memang setiap tahun mengirimkan sepuluh anak. Tahun ini jumlah yang lolos lima orang, terdiri atas dua laki-laki dan tiga perempuan. Sisanya dipulangkan untuk bertugas di tingkat kabupaten. Padahal, pada tahun sebelumnya, keterwakilan siswa kami mencapai delapan orang,” ungkap Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bangli, I Ngurah Juli Adi Saputra, saat ditemui di kantornya.
Berdasarkan penilaian tim juri, Adi menjelaskan bahwa beberapa perwakilan Bangli gugur pada tahapan tes inteligensia umum (TIU), parade, dan kesehatan. Sebagian siswa mendapatkan skor TIU yang kurang memuaskan. Selain itu, ada pula kendala pada tinggi badan, tekanan darah yang belum memenuhi standar, hingga ditemukannya kondisi kaki berbentuk O pada salah satu peserta. Secara keseluruhan, dari 90 calon Paskibraka perwakilan seluruh kabupaten/kota di Bali, tim juri hanya memilih 74 orang dan mengembalikan 16 orang ke daerah asal.
Kegagalan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Kesbangpol Bangli. Adi menilai strategi penjaringan tahun ini kurang tepat. Ke depan, dia berencana menyiapkan 15 siswa terlebih dahulu untuk diseleksi ketat di tingkat kabupaten sebelum didelegasikan ke provinsi. Dengan demikian, 10 siswa yang dikirim nantinya benar-benar merupakan kader terbaik dan minim risiko dipulangkan. “Evaluasi kami ke depan adalah menaruh perhatian lebih pada aspek fisik dan medis, seperti tinggi badan, tekanan darah, hingga bentuk kaki. Kami akan memaksimalkan kerja sama dengan Dinas Kesehatan agar tidak kecolongan lagi,” tegas Adi.
Sementara itu, untuk Paskibraka tingkat Kabupaten Bangli, sebanyak 60 siswa telah dinyatakan terpilih dengan komposisi berimbang, yakni 30 siswa laki-laki dan 30 siswa perempuan. Paskibraka ini dijadwalkan mulai menjalani latihan perdana pada Rabu, 29 Juli 2026. Sedangkan proses pengukuran pakaian dinas upacara telah rampung dilaksanakan pada Selasa (30/6) lalu. “Persiapan intensif untuk upacara 17 Agustus nanti kami mulai pada minggu ketiga bulan Juli karena durasi latihan efektif hanya 20 hari. Hal ini berkaitan dengan faktor keterbatasan anggaran, di mana kami hanya mengalokasikan sekitar Rp1 miliar,” tambah Adi.
Adi merinci, para siswa nantinya akan menjalani 10 hari latihan peraturan baris-berbaris (PBB) tahap awal, lalu diberikan jeda untuk beristirahat di rumah masing-masing. Menjelang hari pelaksanaan upacara, mereka akan dikarantina dalam kamp pelatihan terpusat. Untuk lokasi kamp, Kesbangpol meminjam fasilitas di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Shanti Manah Mahottama Bangli.
Komentar
Posting Komentar