Penjor Kupu-Kupu Barong Banjar Kedaton Kesiman Tuntut Detail Tingkat Tinggi

 

DENPASAR, infokintamaniterkini – ST Yowana Dharma Kretih Banjar Kedaton, Kesiman, Denpasar Timur, menghadirkan garapan penjor bertajuk Kupu-Kupu Barong dalam lomba penjor serangkaian piodalan di Pura Agung Petilan Pengrebongan yang berlangsung pada Minggu (5/7/2026). Karya tersebut mengedepankan permainan warna dan detail ornamen yang menjadi ciri khas garapan penjor tahun ini.

Ketua ST Yowana Dharma Kretih, I Komang Bayu Kusuma Putra, mengatakan konsep Kupu-Kupu Barong dipilih karena menghadirkan tantangan artistik yang berbeda dibandingkan tema-tema sebelumnya. Selain menampilkan perpaduan warna yang beragam, penjor juga harus dirancang dengan komposisi yang seimbang mengingat ukuran gebogan, sampian, dan berbagai ornamen yang relatif besar.

"Konsep Kupu-Kupu Barong menjadi tantangan tersendiri karena kami harus menentukan titik keseimbangan penjor, sekaligus menghadirkan perpaduan warna yang tetap harmonis," ujar Bayu.

Ia menjelaskan, proses pembuatan penjor telah dimulai sejak Hari Raya Galungan. Pengerjaan dilakukan secara bertahap agar anggota ST tetap dapat menjalankan aktivitas lainnya sekaligus menyelesaikan penjor tepat waktu menjelang piodalan.

Menurut Bayu, anggaran yang dialokasikan untuk garapan tahun ini mencapai sekitar Rp20 juta, menjadi yang terbesar sepanjang keikutsertaan ST Yowana Dharma Kretih dalam lomba penjor Pengerebongan.

"Ini menjadi sejarah bagi kami karena untuk pertama kalinya anggaran penjor mencapai lebih dari Rp15 juta. Kenaikan harga bahan baku membuat kami harus menyesuaikan biaya produksi dengan kondisi pasar," katannya.

Ia menambahkan, proses paling rumit berada pada pembuatan tuesan rereringgitan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Menurutnya, perkembangan seni penjor saat ini mendorong para peserta menghadirkan detail ornamen yang semakin kompleks, termasuk penggunaan payasan dengan teknik tatah dan ukir yang menyerupai ornamen pada ogoh-ogoh.

Meski menghadapi kenaikan harga bahan baku, pihaknya berharap kondisi tersebut tidak mengurangi semangat berkarya para peserta. Ia juga berharap seluruh rangkaian piodalan di Pura Agung Petilan Pengrebongan tahun ini dapat berlangsung lancar dan labda karya.

Dalam beberapa tahun terakhir, ST Yowana Dharma Kretih beberapa kali masuk nominasi 10 besar lomba penjor Pengrebongan dengan menempati peringkat delapan hingga sepuluh. Berbekal pengalaman tersebut, Bayu optimistis garapan bertema Kupu-Kupu Barong mampu bersaing untuk menembus lima besar, bahkan tiga besar pada penyelenggaraan tahun ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alokasi Kursi DPRD Berpotensi Berubah, Dapil di Bangli Bakal Ditata

Pengadaan LPJU di Bangli Sangat Terbatas

Perubahan Data Jenis Kelamin Warnai Rekapitulasi Daftar Pemilih