WNA India Ngaku Kehilangan Uang Rp23,3 Juta, Diduga Dibius OTK

 

DENPASAR, infokintamaniterkini – Seorang warga negara asing (WNA) asal India berinisial SOM, 45, mengaku kehilangan uang tunai senilai Rp23.310.000. Peristiwa itu diduga terjadi usai korban diajak berbincang oleh orang tak dikenal (OTK) dan diminta mencium aroma suatu zat di kawasan belakang sebuah hotel di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, Senin (29/6) sore.

Korban mengaku kehilangan uang tunai sebesar 100 dolar AS, 9 juta dong Vietnam, 60 ribu rupee India, serta Rp6 juta yang disimpan di laci kamar hotel tempatnya menginap. Total kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai Rp23.310.000 atau sekitar Rp23,3 Juta.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula ketika ia bersama anaknya keluar dari hotel sekitar pukul 17.40 WITA untuk mencari makan.
 
Saat berada di jalan belakang hotel, korban dihampiri seorang pria yang datang bersama seorang perempuan dan dua anak dengan mengendarai sebuah mobil.
 
Pria tersebut kemudian mengajak korban berbincang mengenai asal negaranya, kemudian meminta korban mencium aroma suatu zat yang disebut memiliki bau harum.
 
"Setelah mencium aroma tersebut, korban mengaku merasa pusing dan tidak enak badan," ujar Iptu Adi, Sabtu (4/7/2026).

Dalam kondisi tersebut, korban kemudian diajak masuk ke dalam mobil pria tersebut. Sementara anak korban diminta menunjukkan lokasi hotel tempat mereka menginap dengan alasan hendak mengambil uang. Anak korban bersama pelaku laki-laki tersebut kemudian menuju ke kamar hotel tempat korban menginap. Sekitar pukul 18.00 WITA, keduanya kembali menemui korban yang masih berada di dalam mobil.

Karena masih merasa tidak enak badan, korban mengurungkan niat mencari makan dan memilih kembali ke kamar hotel bersama anaknya. Sementara itu, pria beserta perempuan dan dua anak yang bersamanya meninggalkan lokasi.

Namun setibanya di kamar, korban mendapati uang yang disimpan di dalam laci sudah tidak ada. Karena merasa mengalami peristiwa pencurian, korban kemudian melaporkan ke Polresta Denpasar.
Menerima laporan tersebut, Unit I Jatanras Satreskrim Polresta Denpasar langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa korban dan sejumlah saksi, serta mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi.

"Saat ini Unit I Jatanras Satreskrim Polresta Denpasar masih melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap pelaku dan memastikan rangkaian kejadian yang dilaporkan korban," pungkasnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengadaan LPJU di Bangli Sangat Terbatas

Alokasi Kursi DPRD Berpotensi Berubah, Dapil di Bangli Bakal Ditata